UNDIP Bersinergi dengan UNICEF Ajak Posyandu Antisipasi Dampak COVID-19 Pada Ibu Hamil

 



Undip selalu aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai kegiatan pengabdiaan dilakukan untuk mencoba menyelesaikan masalah di masyarakat. Termasuk permasalah gizi pada anak. Dimana saat ini menjadi isu hangat yang perlu diperhatikan dengan serius.

Undip bekerjasama dengan UNICEF (United Nations Children’s Fund) . UNICEF adalah Badan PBB yang berkonsentrasi dalam penyelamatan nyawa anak dan mempromosikan kesejahteraan anak di seluruh dunia. Undip dan UNICEF mengajak Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk bergerak bersama mengantisipasi dampak pandemi COVID-19 terhadap kecukupan gizi anak, Balita dan ibu hamil.

Melauai webinar series 1 Peneliti dari Puslitkes LPPM Undip, Dr Drs Syamsul Huda BM MKes, mengatakan transformasi Posyandu menjadi keniscayaan. Ajakan tersebut dilandasi kenyataan bahwa selama ini peran Posyandu dalam pengawasan gizi dan kesehatan anak, Balita serta ibu hamil cukup signifikan. Namun karena terjadi pandemi COVID-19, kegiatan Posyandu terganggu. Karena itu, Posyandu diajak melakukan transformasi agar bisa tetap berperan seperti semula meski dalam situasi pandemi. “Tak bisa dipungkiri di masa pandemi ini layanan Posyandu yang semula intens mengawasi kesehatan anak Balita dan ibu hamil agak menurun. Tingkat kunjungan masyarakat karena adanya ketentuan menjaga jarak fisik dan sosial. Padahal peran Posyandu dalam menyehatkan masyarakat sangat penting,” katanya Syamsul Huda dalam penyampaian paparan berjudul “Peran dan Fungsi Posyandu dalam Menyehatkan Bangsa”.

 Hal senada diungkapkan oleh dokter Karina Widowati dari perwakilan Unicef. Dari data Unicef untuk wilayah Asia Pasifik diketahui rata-rata jumlah Balita gizi buruk mencapai  5,3 juta, di mana Indonesia menduduki posisi tertinggi yang mengalami gizi buruk. Sementara itu prevalensi kurang gizi akut di Indonesia juga menempati posisi tinggi di Asia pasifik, dengan beban kasus sekitar 600.000 Balita. Situasi pandemi COVID-19 membuat permasalahan menjadi multidimensi. Bukan saja ada pembatasan sosial, tapi terganggunya perekonomian masyarakat yang bisa berkorelasi langsung dengan kemampuan masyarakat mendapatkan gizi yang baik. Situasi itu jelas berpengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam menyediakan gizi seimbang bagi anak, Balita dan ibu hamil. “Yang perlu kita kejar adalah pemenuhan gizi pada anak, jangan sampai masuk ke level kurang gizi akut, karena hal ini berpotensi tiga kali lebih besar menyebabkan stunting,” katanya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Departeman Teknik Perkapalan Undip Mengejar Akreditasi IABEE

Mengintip Gedung Sekolah Vokasi Undip yang Baru

Wisuda ke 160 Undip, Rektor Undip : Pentingnya Menjaga Karakter