Undip Bantu Masyarakat Mangunharjo Olah Hand Sanitizer dari Mangrove
Kasus covid-19
yang terus meningkat di penghujung 2020. Jumlah kasus covid di Semarang pada 24
desember 2020 tercatat sekitar 7.200 an kasus. Ini membuat masyarakat harus
lebih waspada terhadap penyebaran virus dengan melakukan pencegahan 3M (Memakai
Masker-Menjaga Jarak minimal 1,5 meter-Mencuci tangan pakai sabun di air
mengalir selama 20 detik atau memakai handsanitizer). Masyarakat harus selalu
menerapakan pencegahan 3M kedalam kegiatan sehari-hari. Dengan pencegahan 3M,
diharapkan dapat memutuskan rantai penyebaran covid-19.
Kelurahan Mangunharjo,
Kecamatan Tugu, Kota Semarang dinilai masih memiliki sanitasi yang belum baik.
Sanitasi yang buruk membawa dampak yang buruk jika terus dibiarkan begitu saja.
Bisa jadi akan menjadi masalah besar di kemudian hari. Misalnya adanya polutan
yang membawa sifat pathogenic. Covid-19 yang juga belum berakhir bisa
memperparah kejadian ini jika terus dibiarkan.
Tim pengabdian
Undip yang terdiri dari Dr. Suryanti bersama Siti Rudiyanti dan Achurun A’in
mencoba membantu masyarakat dengan menmanfaatkan sumber daya alam yang tersedia
di sekitar Kelurahan Mangunharjo. Mangrove yang tersedia cukup melimpah membuat
Tim Pengabdian tersebut mendapatkan ide untuk mengolahnya. Mangrove memiliki
kandungan zat aktif alamiah saponin dan tannin sebagai zat alkohol alami antibacterial.
Karena hal inilah Tim Pengabdian Undip mencoba memperkenalkan produk handsaitizer
dari mengrove tersebut.
Ketua kelompok
Mangrove Lestari, Sururi mengatakan jika mangrove sejatinya sudah diolah oleh
masyarakat. Produk yang dihasilkan dari mangrove cukup beragam, mulai dari
sirup, jajanan pasar dan kerupuk. Dengan adanya produk baru ini dari mangrove
harapanya masyakat bisa mengolah mangrove menjadi produk baru seperti
handsanitizer, disinfektan, dan sabun (cair/padat).

Komentar
Posting Komentar